Jumat, 25 Juli 2014

Sakit Influenza Tak Perlu Antibiotik

Banyak pasien yang sebenarnya menderita influenza meminta diresepkan dokter obat antibiotik. Mereka meyakini penyakitnya akan lebih cepat sembuh. Padahal, influenza disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak ada manfaatnya.
Sebuah studi terkait peresepan obat mencatat, antibiotik lebih sering diresepkan untuk sakit influenza meskipun sebenarnya antivirus lah yang lebih bermanfaat. Yang lebih buruk lagi, antivirus hanya diberikan kepada satu dari lima pasien yang sebenarnya sangat membutuhkan obat tersebut.
Meskipun terkadang antibiotik bermanfaat untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh penyakit flu, namun seringkali justru peresepan itu tidak diperlukan. Antibiotik hanya diperlukan jika penyakitnya disebabkan oleh bakteri.


Demikian yang diungkap para dokter di pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS yang ditulis di dalam jurnal Clinical Infectios Disease. Studi juga menemukan, dokter masih sering meresepkan antibiotik. Padahal penggunaan antibiotik yang tidak bijak dapat menyebabkan pembentukan bakteri kebal antiobiotik sehingga bila benar-benar diperlukan, bakteri akan sulit dikalahkan oleh antibiotik.
Michael G Ison, dokter dari Northwestern University mengatakan, upaya penggunaan antibiotik yang rasional masih terus diusahakan, tetapi penggunaan yang tidak bijak masih umum terjadi pada pasien influenza. Menurutnya, meresepkan obat antivirus memiliki risiko minimal dalam pembentukan resistensi bakteri.
Dalam studi baru ini, dokter melakukan analisis pada ribuan rekam medis ribuan pasien dalam lima negara bagian. Sebanyak 6.766 orang diketahui memiliki penyakit respirasi akut, sepertiganya ternyata adalah influenza. Namun hanya 15 persennya yang diresepkan obat antivirus, sementara 30 persennya masih diresepkan antibiotik.
Padahal manfaat pengobatan lebih dapat dirasakan pada pasien yang memperoleh pengobatan antivirus. Ditambah lagi, pengobatan antivirus tidak memiliki efek samping yang merugikan dan dapat mengurangi kemungkinan dari kebutuhan antibiotik di waktu yang akan datang.

Rindu yang Tak Berujung



 Pada waktu ku titipkan rinduku
Entah kapan kita akan bertemu
Mungkin Tuhan sedang menguji kita
Menguji seberapa tulus cinta kita
Seberapa besar kita setia pada pasangan kita
Sampai tiba saatnya kita dipertemukan
Dan sampai tidak ada satu orang pun yang dapat memisahkan kita
Kecuali Tuhan

Aku berharap pada malam, pada bintang di langit
Agar mereka menyampaikan rinduku padamu
Rindu yang tak tau dimana ujungnya
Rindu yang entah sampai kapan bersarang dihati

Kadang aku ingin berteriak pada Tuhan
Kenapa jarak begitu jauh memisahkan kita
Kenapa kita tidak seperti yang lainnya
Mungkin kita spesial di mata Tuhan
Mungkin Tuhan ingin menjaga kita
Menjaga dari hal- hal yang tidak kita inginkan

Ku titipkan rinduku pada setiap angin yang berhembus
Agar mereka menyampaikan rinduku padamu
Lewat hembusan angin yang menerpamu
Aku ingin katakan bahwa aku cinta kamu
Entah sampai kapan kamu akan bertahan melewati waktu sulit ini
Aku pastikan aku akan tetap menunggumu disini.
Untukmu, untuk kita..